Tanamkan 29 Karakter Luhur, LDII Nabire Gelar Pengajian Umum

Papua Tengah, Nabire (19/7) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, menggelar pengajian umum secara hybrid dengan mengusung tema “Penerapan 29 Karakter Luhur Warga LDII”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Miftahul Jannah Kelurahan Karang Mulia Kabupaten Nabire pada Minggu, 19 Juli 2026 yang diikuti oleh warga LDII dari berbagai jenjang usia.

Selain dihadiri secara langsung, pengajian juga diikuti secara daring oleh warga LDII dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Waropen, dan Deiyai.
Sebanyak empat pemateri menyampaikan materi keagamaan dan wawasan kebangsaan sebagai bekal dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Pemateri pertama, Ustadz Hendik Efendi, menyampaikan tafsir Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 159. Dalam penjelasannya, ia menguraikan bahwa seorang mukmin hendaknya memiliki sifat lemah lembut, bertutur kata yang baik, tidak keras hati, mampu menerima masukan dan nasihat, menjadi pribadi yang pemaaf, serta senantiasa mendoakan kebaikan bagi orang lain.
“Karakter tersebut merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus dimiliki setiap warga LDII dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya, Ustadz Rofiq Andi Wijaya menyampaikan tafsir hadis tentang rukun iman. Ia menjelaskan enam rukun iman, yaitu iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, serta iman kepada qada dan qadar, baik yang menurut manusia dipandang baik maupun buruk.

Pada sesi ketiga, DPD LDII Nabire menghadirkan Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Papua Tengah, Wahyudi Utomo. Dalam materinya, ia mengajak peserta untuk meningkatkan kesadaran dalam tertib berlalu lintas, berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memberikan simulasi terkait peran masyarakat dalam mendukung keamanan lingkungan.

Sebagai penutup, Dewan Penasehat LDII Nabire H. Ganjar Waluyo menyampaikan nasihat agama. Ia mengajak seluruh warga untuk terus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, serta menjaga budi pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui penerapan 29 karakter luhur, diharapkan warga LDII menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjaga kerukunan dan persatuan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” pesannya.

Pengajian umum ini menjadi bagian dari upaya pembinaan warga LDII agar tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa.(Arbi-Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *