LDII Ajak Warga Mimika Bijak Bermedia Sosial dan Perluas Publikasi Kontribusi Positif

Papua Tengah, Mimika (24/9)– Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak warga LDII Mimika menggunakan media sosial secara bijak sekaligus menjadikannya sebagai sarana memperluas informasi mengenai kegiatan dakwah dan kontribusi organisasi kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi dalam kegiatan Sosialisasi Bijak dalam Bermedia Sosial di Masjid Miftahul Huda, Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (24/9/2026) malam.

Rulli mengatakan, membangun citra positif LDII merupakan tanggung jawab seluruh warga, bukan hanya pengurus organisasi. Setiap aktivitas dan perilaku warga, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital, turut membentuk persepsi masyarakat terhadap LDII.

“Ormas LDII membutuhkan subsidi citra, yang dimulai dari masing-masing warga LDII. Artinya, setiap warga harus memberikan kontribusi positif, termasuk melalui media sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, media sosial memberikan peluang besar bagi warga untuk menyampaikan informasi, menjalin komunikasi, serta mengenalkan berbagai kegiatan LDII kepada masyarakat luas. Kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, lingkungan maupun bentuk pengabdian lainnya dapat dipublikasikan melalui berbagai platform digital sehingga manfaatnya tidak hanya diketahui oleh warga LDII.

“Kalau ada kegiatan yang positif, dakwah yang baik, kegiatan sosial, pendidikan, maupun kontribusi LDII kepada masyarakat, itu perlu disampaikan melalui media sosial. Jangan sampai kegiatan positif yang sudah dilakukan hanya diketahui oleh warga LDII sendiri,” katanya.

Menurut Rulli, publikasi yang dilakukan secara konsisten bukan semata-mata bertujuan membangun citra organisasi. Lebih dari itu, informasi mengenai berbagai kontribusi LDII perlu diketahui masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Karena itu, ia mendorong warga untuk menghasilkan konten yang informatif, positif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Rulli mengingatkan warga LDII agar memahami risiko penggunaan media sosial, seperti penyebaran berita bohong, provokasi, pencemaran nama baik dan informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta setiap warga melakukan tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

“Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Tabayyun itu penting. Sebelum membagikan informasi, pastikan dulu sumber dan kebenarannya,” tuturnya.

Rulli juga menyoroti potensi generasi muda sebagai penggerak publikasi digital LDII. Kedekatan mereka dengan teknologi dan media sosial dinilai menjadi modal untuk menyampaikan pesan-pesan positif serta mengenalkan kegiatan organisasi secara kreatif.

“LDII membutuhkan sumbangsih generasi muda untuk memasifkan publikasi. Anak-anak muda sekarang lebih menguasai dunia digital, lebih memahami media sosial, sehingga kemampuan itu bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan dakwah LDII,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Mimika La Ode Muh. Norris Ashara, S.S., mengungkapkan bahwa perkembangan media sosial perlu diikuti dengan kemampuan warga dalam mengelola dan menyampaikan informasi secara tepat.

Menurut Norris, kegiatan sosialisasi tersebut menjadi momentum bagi warga LDII Mimika, khususnya generasi muda, untuk semakin memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat berinteraksi, tetapi juga ruang untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.

Ia berharap setelah kegiatan tersebut semakin banyak warga yang berani dan mampu mempublikasikan berbagai kegiatan positif LDII Mimika. Mulai dari kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, sosial kemasyarakatan, pendidikan, lingkungan hingga berbagai bentuk kontribusi lainnya.

“Jangan sampai kegiatan yang sudah kita lakukan memberikan manfaat yang besar, tetapi tidak diketahui masyarakat. Publikasi yang baik akan membantu masyarakat mengetahui apa yang dilakukan LDII dan manfaatnya bagi lingkungan,” ungkap Norris.

Ia juga mengingatkan agar semangat melakukan publikasi tetap dibarengi dengan kehati-hatian. Setiap informasi yang disampaikan harus benar, santun dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Menurutnya, warga LDII Mimika perlu membangun kebiasaan saring sebelum sharing, sehingga media sosial dapat menjadi ruang yang sehat dan memberikan manfaat.

“Yang kita bangun bukan sekadar banyaknya konten, tetapi konten yang memberikan manfaat. Mari kita biasakan sebelum membagikan sesuatu, kita cek dulu kebenarannya, sumbernya dan dampaknya bagi orang lain,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, LDII Mimika diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan komunikasi digital. Warga tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi pembawa informasi yang positif, edukatif dan bermanfaat.

Generasi muda pun diharapkan mengambil peran lebih besar dalam publikasi kegiatan LDII. Dengan kreativitas dan kemampuan digital yang dimiliki, mereka dapat membantu memperkenalkan berbagai kegiatan organisasi kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima.

Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang digital merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, penggunaan media sosial membutuhkan tanggung jawab, etika dan kesadaran untuk memberikan manfaat.

LDII Mimika mendorong agar semangat bijak bermedia, aktif berkarya dan positif dalam menyampaikan informasi dapat terus diterapkan, sehingga berbagai kegiatan dan kontribusi warga LDII semakin dikenal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Mimika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *