Papua Tengah, Mimika (12/5)– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika melalui Ketua La Ode Muh Norris Ashara, S.S., mengikuti kegiatan Sosialisasi Kurban Sehat, Aman, Higienis, dan Sesuai Syariat yang digelar oleh Kementerian Pertanian (Kementan) menjelang pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid pada Selasa (12/5/2026).
Selain Ketua LDII Mimika, tercatat sebanyak 825 peserta mengikuti sosialisasi ini secara daring melalui Zoom Meeting. Sosialisasi tersebut menghadirkan materi tentang tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, standar kesehatan hewan, serta prosedur higienis agar daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi Kurban: Kurban Sehat dan Bermanfaat” dengan tujuan mewujudkan kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) untuk masyarakat. Sosialisasi menyasar pengurus masjid, panitia kurban, ZISWAF, juru sembelih halal, penyuluh agama, tenaga teknis, serta masyarakat umum.
Keynote speaker dalam acara ini adalah Dr. Drh. I Ketut Wirata, M.Si., Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner. Narasumber lainnya meliputi Dr. drh. Supratikno, M.Si., yang membahas penanganan hewan kurban sesuai aspek kesejahteraan hewan, serta Med. Medvet. drh. Denny Widaya Lukman, M.Si., yang memaparkan penanganan daging kurban serta pencegahan kelainan organ pada hewan kurban.
Ketua DPD LDII Mimika, La Ode Muh Norris Ashara, S.S., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi sosialisasi yang digelar Kementan ini. Kurban bukan hanya ibadah, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini, warga LDII Mimika dapat lebih memahami pentingnya kurban yang sesuai syariat sekaligus memenuhi standar higienis. Semoga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dalam pelaksanaan Iduladha di Mimika,” ujar Norris.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban dengan benar, sekaligus menjaga kualitas daging yang dihasilkan agar tetap sehat, aman, dan layak konsumsi.
