Gali Hikmah dan Besarnya Pahala Kurban, LDII Nabire Gelar Pengajian Secara Hybrid

Papua Tengah, Nabire (17/5) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar pengajian umum dengan tema menggali hikmah dan besarnya pahala ibadah kurban. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid di Masjid Miftahul Jannah, Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu, 17 Mei 2026.

Pengajian berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah, baik yang hadir secara langsung maupun secara daring. Selain diikuti warga LDII Nabire, kegiatan ini juga diikuti secara online oleh DPD LDII Kabupaten Yapen, Kabupaten Waropen, dan Kabupaten Deiyai.

Kegiatan pengajian menghadirkan empat pemateri dengan materi keagamaan dan pembinaan karakter yang saling berkaitan dalam meningkatkan ketakwaan dan kualitas ibadah warga.

Materi pertama diawali dengan tafsir Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 142–144 yang disampaikan oleh Ustadz Kholid Azizi, S.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan tentang ciri-ciri orang munafik yang sering melalaikan salat dan beribadah dengan rasa malas.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah, terutama salat lima waktu, baik dari segi ketepatan waktu, bacaan, maupun gerakannya agar sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadis.
“Salat merupakan tiang agama. Karena itu harus dijaga dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi bekal keselamatan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Materi kedua berupa tafsir Al-Hadis yang disampaikan oleh Ustadz Rofik Andi Wijaya. Ia menjelaskan pentingnya memahami dan mengamalkan rukun iman dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, ia juga mengingatkan pentingnya melaksanakan ibadah kurban bagi umat Islam yang mampu, karena memiliki pahala yang besar serta menjadi bukti keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Nano Jafar Ismail yang mengajak jamaah untuk disiplin berlatih pencak silat dan rutin berolahraga demi menjaga kesehatan jasmani.
Menurutnya, tubuh yang sehat dan kuat akan mendukung kelancaran dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya menjaga diri dan keluarga melalui pembinaan fisik dan mental yang positif.

Pada sesi terakhir, Dewan Penasihat LDII Nabire H. Ganjar Waluyo menyampaikan nasihat agama tentang pentingnya meningkatkan rasa syukur atas nikmat sehat, keamanan, dan hidayah Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadis.
Dalam nasihatnya, ia menjelaskan bahwa untuk menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan penuh semangat, warga harus mampu mewujudkan kerukunan dan kekompakan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia menjelaskan lima syarat kerukunan yang harus diamalkan oleh warga, yaitu berbicara yang baik, jujur dan amanah, banyak bersabar dan mudah memaafkan, tidak saling merugikan, serta saling memperhatikan dan menjaga perasaan sesama.
Lebih lanjut ia mengajak jamaah yang memiliki kemampuan ekonomi untuk melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha mendatang. Ia menjelaskan bahwa satu ekor sapi dapat dikurbankan secara patungan maksimal tujuh orang bagi yang belum mampu berkurban sendiri.
Menurutnya, ibadah kurban memiliki nilai pahala yang sangat besar sebagai bentuk ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS saat mendapat perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW LDII Papua Tengah H. Nuryadi, S.Pd., M.Pd., serta Sekretaris DPW LDII Papua Tengah Ir. Niki Afidah Mukmin, S.T., M.T.

Melalui pengajian tersebut, LDII Nabire berharap warga semakin memahami pentingnya meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kerukunan, serta menumbuhkan semangat berkurban sebagai bentuk kepedulian dan ketakwaan kepada Allah SWT. (Arbi-Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *