Papua Tengah, Timika (14/9)- DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika menggelar pengajian umum di Aula Gedung Serbaguna DKM Miftahul Huda, Jalan Hasanudin Kota Timika Papua Tengah, pada Minggu (14/9/2025). Kegiatan ini diikuti warga LDII dari Distrik Mimika Baru, Wania, SP 13, SP 6, SP 2, SP 7, SP 5, SP 1, serta secara daring dari Distrik Tembagapura dan Kabupaten Mappi.
Pengajian terdiri dari tiga sesi utama : pengajian Al-Qur’an makna keterangan oleh Ustadz Budi Ahmad, sosialisasi kesehatan oleh Muh Amar dan Prianto, serta nasihat agama dari Ketua Dewan Penasehat LDII Mimika, H. Suyoto.
Dalam paparannya, Muh Amar mengangkat tema Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah, salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dialami masyarakat. Diperkirakan, sekitar 70–85% orang akan mengalaminya sepanjang hidup, dan kondisi ini dapat menyebabkan keterbatasan aktivitas hingga menimbulkan beban biaya kesehatan yang tinggi.
“Menjaga kesehatan punggung sama pentingnya dengan menjaga jantung atau paru-paru. Mengabaikan nyeri kecil di punggung dapat berujung pada masalah serius. Pencegahan tidak harus mahal, cukup dengan kesadaran, olahraga, pola makan sehat, dan istirahat yang cukup,” jelas Muh Amar.

Lebih lanjut ia menambahkan nyeri punggung bawah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari degenerasi tulang belakang akibat usia, pola aktivitas fisik berat seperti duduk atau mengemudi terlalu lama, trauma fisik, obesitas, hingga penyakit penyerta seperti rematik atau gangguan tulang lainnya. Gejala yang umum muncul meliputi nyeri, kram, kesemutan, rasa panas, bahkan kelumpuhan.
Muh Amar menekankan bahwa tidak semua kasus saraf terjepit harus dioperasi. Penanganan dapat dilakukan secara bertahap mulai dari istirahat, evaluasi aktivitas, fisioterapi, hingga obat pereda nyeri. Tindakan medis lanjutan hanya diperlukan pada kasus yang berat.
“Dengan ikhtiar lahiriah, olahraga, mengatur pola makan, istirahat cukup, serta memperbanyak doa, kita bisa menggapai jiwa raga sehat, hidup penuh semangat, dan kebahagiaan dunia akhirat,” tutupnya.
Ketua Dewan Penasehat LDII Mimika, H. Suyoto, menambahkan bahwa menjaga kesehatan jasmani merupakan bagian dari ibadah.

“Tubuh yang sehat lebih mudah untuk beribadah dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan agar warga mendapat manfaat spiritual sekaligus kesehatan,” ujar H. Suyoto.
Menjaga kesehatan bukan sekadar menjaga raga, tetapi juga menjaga kesempatan untuk terus beribadah, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama.(Muslimin)
