Papua Tengah, Nabire (9 /8) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Nabire menggelar pengajian khusus ibu-ibu dengan tema “Mewujudkan Busana Muslimah yang Sesuai Tuntunan Allah dan Rasul”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Izza, Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (9/8/2026).
Pengajian ini menjadi sarana bagi para ibu untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, khususnya mengenai tata cara berpakaian bagi muslimah sesuai dengan tuntunan agama. Selain itu, kegiatan juga membahas pentingnya menjaga kesucian dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Hendik Efendi yang membahas tafsir Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 26. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan mengenai batasan aurat perempuan serta bagian tubuh yang perlu ditutup dalam berpakaian.
“Semua anggota tubuh wanita itu aurat yang wajib ditutupi, kecuali wajah dan dua telapak tangan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa busana muslimah hendaknya memenuhi ketentuan syariat, di antaranya tidak ketat dan tidak tipis atau transparan sehingga dapat memperlihatkan bentuk maupun bagian tubuh yang seharusnya tertutup.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Ustadz Rofik Andi Wijaya yang membahas tafsir Al-Hadis tentang menjaga kesucian. Dalam materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian, termasuk tata cara menyucikan pakaian yang terkena najis.
Pengajian kemudian ditutup dengan nasehat agama yang disampaikan Dewan Penasihat LDII Kabupaten Nabire, H. Ganjar Waluyo. Dalam nasehatnya, ia mengingatkan para ibu agar terus meningkatkan pemahaman mengenai batasan dan kewajiban seorang wanita dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga berpesan agar para ibu dapat menjalankan peran dengan baik dalam keluarga, termasuk menjadi pendamping hidup yang baik bagi suami serta memberikan teladan bagi anak-anak.
Melalui pengajian khusus ibu-ibu tersebut, DPD LDII Nabire berharap para peserta semakin memahami tuntunan agama dalam berpakaian, menjaga kesucian, serta menjalankan peran sebagai ibu dan istri dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan bagi warga LDII di Kabupaten Nabire. (Arbi-Lines)
