Dalam Ketidakpastian Global, LDII Nabire Ajak Pengurus Terapkan Hidup Mujhid Muzhid

Papua Tengah, Nabire (9/8) – Di tengah kondisi global dan ekonomi yang penuh ketidakpastian, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Nabire mengajak para pengurus untuk menerapkan pola hidup mujhid muzhid, yakni bekerja keras, produktif, serta hidup hemat dan sederhana.1

Pesan tersebut disampaikan dalam pengajian khusus pengurus yang mengangkat tema “Kerja Keras, Tirakat Banter (Mujhid Muzhid)”, yang berlangsung di Aula Ganjar Waluyo, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (9/8/2026).

Pengajian tersebut diisi sejumlah pemateri yang menyampaikan materi keagamaan sekaligus wawasan organisasi, khususnya bagaimana para pengurus menyikapi berbagai kondisi dan tantangan yang berkembang saat ini.

Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Hendik Efendi yang membahas tafsir Al-Hadis tentang kepemimpinan dalam Islam. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada seorang pengurus akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, pengurus hendaknya menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan.

Selanjutnya, Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire H. Pawiro, S.P., menyampaikan materi wawasan organisasi. Ia mengulas berbagai dinamika global, termasuk gejolak di sejumlah negara yang hingga kini masih berlangsung, serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Ia juga mengajak para pengurus untuk mencermati fenomena El Niño yang dapat memicu musim kemarau berkepanjangan, kekeringan, gagal panen, hingga keterbatasan air di sejumlah wilayah.

Dalam kondisi tersebut Pawiro mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup mujhid muzhid. Para pengurus diharapkan tetap bekerja keras, produktif, tidak boros, serta mampu menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan dan kebutuhan.

Selain persoalan ekonomi, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Menurutnya, kondisi fisik yang sehat menjadi salah satu modal penting bagi para pengurus dalam menjalankan berbagai tugas organisasi dan pelayanan kepada jamaah.

“Menjaga kesehatan sangat penting karena tubuh yang sehat akan menopang kita dalam melaksanakan tugas sebagai pengurus,” pesannya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan nasehat agama yang disampaikan Dewan Penasihat LDII Kabupaten Nabire H. Ganjar Waluyo. Dalam nasehatnya, ia mengajak para pengurus untuk senantiasa bersyukur karena telah mendapatkan amanah untuk menjadi pengurus di tengah banyaknya jamaah.

Ia juga mengingatkan agar pengurus mampu menjadi contoh yang baik bagi jamaah, terutama dalam hal semangat bekerja dan menjalani kehidupan secara produktif.

“Jangan sampai menganggurkan diri. Harus hidup produktif, bekerja keras dan tetap semangat,” pesannya.

Selain itu, H. Ganjar Waluyo mengajak para pengurus membiasakan hidup sederhana dan tidak berlebihan. Sikap tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mengatur kebutuhan makan, minum, berpakaian, serta mengelola keuangan keluarga.

Para pengurus juga diingatkan agar mampu mengukur antara kemampuan dan keinginan, sehingga tidak memaksakan diri memenuhi kebutuhan yang berada di luar kemampuan.

Melalui pengajian khusus pengurus tersebut, DPD LDII Nabire berharap para pengurus tidak hanya semakin memahami ilmu agama dan wawasan organisasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup mujhid muzhid: bekerja keras, hidup produktif, hemat, sederhana, dan tetap bersyukur dalam menghadapi berbagai kondisi. (Arbi-Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *