Papua Tengah, Nabire (22/4) — Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Distrik Nabire Barat menggelar pengajian rutin dengan mengangkat tema “Menjaga Waktu Salat”. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Mansurin, Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu, 22 April 2026.
Pengajian tersebut menghadirkan dua pemateri yang memberikan pemahaman keagamaan kepada para jamaah. Pemateri pertama Ustadz Muhammad Ansori menyampaikan tafsir Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 102–104. Dalam penjelasannya, ia menekankan pentingnya menjaga waktu salat, baik dalam kondisi aman maupun dalam situasi genting.
Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi perang sekalipun, Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat tetap melaksanakan salat tepat waktu, bahkan secara berjamaah. Hal ini menjadi teladan bahwa salat merupakan kewajiban utama yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun.

Selanjutnya, pengajian diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire Pawiro, S.P. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para jamaah untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, kunci kebahagiaan terletak pada rasa syukur, yang diwujudkan melalui ucapan maupun perbuatan.
“Termasuk dalam bentuk syukur adalah bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu salat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi penerus LDII, terutama yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa, agar menjadi pribadi teladan yang memiliki budi pekerti luhur. Ia menekankan pentingnya mengamalkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Lebih lanjut, Pawiro mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga akhlak mulia serta mampu bergaul dengan baik di tengah masyarakat. Ia juga mendorong warga LDII untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan pengajian ini, diharapkan para jamaah semakin memahami pentingnya menjaga waktu salat serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT. (Arbi-Lines)

