Papua Tengah, Nabire, (19/1) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar pengajian umum pada bulan April. Kegiatan ini mengangkat tema “Pentingnya Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah” dan dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu (19/4/2026).
Pengajian tersebut diikuti oleh warga LDII se-Kabupaten Nabire dan berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini menghadirkan empat pemateri yang menyampaikan materi keagamaan sekaligus wawasan organisasi.
Pemateri pertama Ustadz Hendik Efendi menyampaikan tafsir Al-Qur’an Surat Al-Anfal. Dalam paparannya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya sebagai jalan meraih surga. Ia menjelaskan bahwa ciri orang beriman adalah ketika ayat-ayat Allah dibacakan, hatinya menjadi takut dan keimanannya bertambah. Hal tersebut mendorong seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah kepada Allah.
Pemateri kedua Ustadz Kholid Azizi menyampaikan tafsir hadis yang menekankan pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Ia menjelaskan bahwa kunci kebahagiaan dalam hidup adalah rasa syukur. Menurutnya, apapun yang Allah berikan kepada manusia merupakan yang terbaik.
Pemateri ketiga, Ketua DPD LDII Nabire, Pawiro, S.P., menyampaikan materi wawasan organisasi. Ia memaparkan sejarah berdirinya LDII yang sebelumnya bernama YAKARI dan LEMKARI, hingga pada tahun 1990, atas saran Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, berubah menjadi LDII. Ia juga menjelaskan struktur kepengurusan LDII mulai dari tingkat DPP hingga DPD, serta fungsi-fungsi organisasi dalam membina umat, sehingga jamaah dapat memahami peran dan arah organisasi.
Acara ditutup dengan nasihat agama oleh Ketua Dewan Penasihat LDII Kabupaten Nabire, KH Ganjar Waluyo. Dalam tausiyahnya, ia memperkuat materi yang telah disampaikan para pemateri sebelumnya. Ia menekankan agar jamaah tidak menyia-nyiakan waktu, karena waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika waktu terlewat tanpa dimanfaatkan dengan baik, maka akan mendatangkan kerugian.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pokok nikmat dari Allah SWT ada tiga, yaitu: pertama, nikmat dapat menetapi agama Islam; kedua, nikmat kesehatan dan keamanan, dan ketiga, nikmat kaya hati, yaitu kemampuan menerima segala pemberian Allah dengan lapang dada serta senantiasa bersyukur, baik atas nikmat kecil maupun besar. (Arbi-Lines)

