Jangan didik anak dengan Hp sedikit-sedikit diberi HP
- Menangis, kasih HP
- Rewel, kasih HP
- Lama-lama Anak anda tidak butuh ayah dan ibu lagi. Dia hanya butuh hp dan kuota.
Jangan mau diperbudak anak.
Biarkan anak menangis, Asal bukan orang tua yang menangis.
Ajarkan anak minta dengan baik-baik.
Dengan kalimat amal sholih dan setelahnya dengan ucapan Alhamdulillah.
Karena jika waktu kecil sudah berani meminta dengan memaksa maka jangan kaget ketika besar, ia akan meminta yang lebih besar dan merepotkan anda wahai orang tua.
Kalau anak menangis jangan sekalipun dihibur dengan Handphone, entah memperlihatkan vidio tertentu atau hanya sekedar pegang-pegang saja.
Sekalipun vidio berbau religi, lebih baik audio speaker, jika ia menangis sebaiknya gendong dia dan perlihatkan langit atau pohon, alam. Jangan biarkan anak kita, sebagai para generasi penerus sibuk dengan internet yang semakin mudah mengakses konten pornografi, semakin mudah menyerap opini bebas tentang liberalisme dan atheisme.
Kalau ada yang bilang handphone tidak selalu berisi konten negatif, iya benar. Tak semua, sebab tak semua dapat mengakses internet dan aplikasi tertentu.
Ingat anak adalah gelas yang kosong. Jika anda tidak mengisinya penuh maka orang dan lingkungan yang akan melakukannya.
Anak adalah aset berharga dalam keluarga, maka jaga dan arahkan ke hal-hal yang baik, tanamkan pondasi agama dan akhlak serta pendidikan akademik yang sesuai dengan kapasitas kemampuan anak sehingga ia akan menjadi manfaat untuk dirinya,keluarganya,agamanya,serta lingkungan masyarakat.

Share sebanyak banyaknya kepada orang tua