LDII Mimika Dorong UMKM Naik Kelas Dan Ekonomi Masyarakat Semakin Mandiri

Papua Tengah, Mimika (6/9)– Kekuatan ekonomi masyarakat tidak selalu lahir dari perusahaan besar. Di tengah kehidupan masyarakat Mimika, usaha kecil, produk lokal dan koperasi justru menjadi bagian penting yang ikut menggerakkan roda perekonomian.

Berangkat dari semangat tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar Seminar Ekonomi bertema “Koperasi Kuat, UMKM Naik Kelas: Membangun Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Mimika.”

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna DKM Miftahul Huda, naungan LDII, Jalan Hasanuddin, Gang Ketapang No. 09, Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (6/9/2026).

Seminar tersebut diikuti masyarakat Mimika dan para pelaku usaha mikro. Sejak penyampaian materi hingga sesi tanya jawab, peserta terlihat aktif mengikuti pembahasan yang disampaikan oleh Staf Penyuluh dan Pendamping Koperasi dan UMKM Mimika, Robertus Jaman, SE.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin Muchsin Afso. Selanjutnya Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika, La Ode Muh. Norris Ashara, S.S., menyampaikan sambutan. Seminar kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Norris menekankan bahwa koperasi dan UMKM mempunyai peran penting dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Mimika memiliki sumber daya manusia, produk lokal, kreativitas masyarakat serta peluang pasar yang terus berkembang. Potensi tersebut perlu dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Norris berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan. Ia ingin kegiatan itu menjadi awal dari gerakan nyata, terutama dalam mendorong masyarakat membuka usaha, mengembangkan usaha yang sudah berjalan, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran dan memanfaatkan teknologi digital.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi menjadi awal dari gerakan nyata,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelaku usaha untuk melihat kegiatan ekonomi tidak hanya dari sisi keuntungan. Usaha yang dikembangkan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat dan ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Berdaya, berkarya, dan bermanfaat menjadi semangat yang ditawarkan LDII Mimika dalam kegiatan tersebut. Berdaya dengan meningkatkan kemampuan, berkarya melalui produk dan jasa yang berkualitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Norris juga mengajak warga LDII dan masyarakat Mimika untuk memberikan perhatian lebih terhadap produk-produk lokal. Menurutnya, membeli produk UMKM lokal bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi juga bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat dan perputaran ekonomi di daerah.

Membangun koperasi dan UMKM yang kuat, lanjutnya, membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM, koperasi, akademisi dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat.

Karena itu, LDII Mimika berharap dari kegiatan tersebut dapat muncul gagasan, kerja sama dan program konkret yang tidak berhenti setelah seminar selesai.

Semangat yang dibangun pun sederhana: koperasi semakin kuat, UMKM semakin naik kelas, masyarakat semakin mandiri dan ekonomi Mimika semakin maju.

Seminar ekonomi ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan LDII Mimika dalam kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bukan hanya berbicara mengenai usaha, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha yang mampu berkembang, menciptakan peluang dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Bersama koperasi dan UMKM, wujudkan Mimika yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Norris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *