Papua Tengah, Nabire, (19/2) — Umat Islam di Kabupaten Nabire menyambut malam pertama Ramadan 1447 H dengan penuh suka cita. Setelah pemerintah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, warga LDII Distrik Nabire Barat langsung memakmurkan masjid dengan melaksanakan salat Isya, dilanjutkan salat Tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur’an.
Sejak selepas Magrib, jamaah mulai berdatangan ke masjid. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan terlihat jelas, menandai semangat mengawali bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan.
Seperti yang terpantau kontributor Lines DPW LDII Papua Tengah di Masjid Baitul Izza, Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire ,yang merupakan masjid yang berada di bawah naungan LDII Nabire, jamaah berbondong-bondong memenuhi masjid untuk menunaikan salat Isya, dilanjutkan salat Tarawih secara berjamaah. Usai Tarawih,
kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz Yusuf Prayogo.
Dalam pengantarnya sebelum memulai tadarus, Ustaz Yusuf Prayogo menyampaikan bahwa kegiatan tadarus di bulan Ramadan merupakan amalan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril. Ia menjelaskan bahwa setiap malam di bulan Ramadan, Rasulullah SAW dan Malaikat Jibril saling membaca dan mengulang hafalan Al-Qur’an.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca dan saling mempelajari Al-Qur’an, kecuali Allah akan menurunkan ketenangan kepada mereka, para malaikat mengelilingi mereka, serta Allah menyebut dan memuji mereka di hadapan para malaikat.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Nabire, Pawiro, S.P., menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah agar benar-benar mensyukuri nikmat dapat bertemu dengan bulan Ramadan. Ia mengajak seluruh warga untuk menjaga semangat ibadah sejak awal hingga akhir Ramadan, sehingga mampu meraih derajat takwa sebagaimana tujuan utama dari ibadah puasa.
“Mari kita manfaatkan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini dengan meningkatkan kualitas ibadah, menjaga kekompakan, serta terus memakmurkan masjid,” ujarnya.
Malam pertama Ramadan pun berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh semangat kebersamaan, menjadi awal yang baik untuk mengisi hari-hari berikutnya dengan ibadah dan amal saleh.(Arbi-Lines)
