Papua Tengah, Nabire (25/1) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar pengajian umum perdana di awal tahun 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pentingnya Meningkatkan Amal Ibadah” yang dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu (25/1).
Pengajian tersebut diikuti secara hybrid oleh warga LDII se-Kabupaten Nabire dan warga LDII kabupaten Kepulauan Yapen yang berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini menghadirkan empat pemateri yang menyampaikan materi keagamaan dan wawasan organisasi.

Pemateri pertama, Ustadz Hendik Efendi, menyampaikan tafsir Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 133–136. Dalam paparannya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa bersemangat dalam menjalankan perintah Allah SWT sebagai jalan meraih surga. Ia juga menjelaskan bahwa umat Islam terbagi menjadi tiga golongan, yakni mereka yang bersungguh-sungguh dalam beribadah, yang beribadah secara biasa saja, serta mereka yang menganiaya dirinya sendiri. Ia mengajak jamaah untuk termasuk golongan yang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan amal ibadah.
Pemateri kedua, Ustadz Kholid Azizi, menyampaikan tafsir Al-Hadis yang menekankan pentingnya menjaga shalat wajib, baik dari sisi ketepatan waktu, kekhusyukan, maupun tumakninah. Ia menjelaskan bahwa seluruh syariat agama diturunkan melalui wahyu, namun perintah shalat memiliki keistimewaan karena Nabi Muhammad SAW menerimanya langsung dari Allah SWT saat peristiwa Isra Mi’raj di langit ketujuh. Selain itu, jamaah juga diajak untuk meningkatkan shalat-shalat sunnah sebagai penyempurna apabila terdapat kekurangan dalam shalat wajib.
Pemateri ketiga, Ketua DPW LDII Papua Tengah H. Nuryadi, S.Pd., M.MPd., menyampaikan materi wawasan organisasi. Ia menjelaskan struktur kepengurusan serta fungsi-fungsi organisasi LDII agar jamaah memahami peran dan arah organisasi dalam pembinaan umat.

Acara ditutup dengan nasihat agama oleh Ketua Dewan Penasihat LDII Kabupaten Nabire KH. Ganjar Waluyo. Dalam tausiyahnya, ia memperkuat materi yang telah disampaikan para pemateri sebelumnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan, khususnya dalam mengelola keuangan, yakni dengan membiasakan hidup hemat, mampu menabung, serta menghindari sikap boros. (Arbi-Lines)
