Menertibkan dan Meningkatkan Amal Ibadah Jadi Tema Pengajian LDII Nabire Barat Edisi November

Papua Tengah, Nabire (19/11) — Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Nabire Barat menggelar pengajian umum dengan tema “Menertibkan dan Meningkatkan Amal Ibadah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 19 November 2025, bertempat di Masjid Baitul Izza, Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Warga LDII menghadiri kegiatan ini dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Pemateri pertama, Ustadz Putut Nugraha Aji Nasrullah, menyampaikan kajian tafsir Al-Qur’an Surat Thaha ayat 124–126. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa hakikat penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, siapa pun yang berpaling dari ibadah akan diancam dengan kehidupan yang sempit dan penuh kesulitan di dunia, serta dibangkitkan dalam keadaan buta di akhirat kelak sebagai balasan atas sikap menjauh dari petunjuk-Nya.

Ustadz Putut juga mengutip hadis riwayat Muslim yang menjelaskan bahwa seseorang yang bangun dari tidurnya dan pikirannya hanya dipenuhi urusan dunia, maka Allah akan menanamkan empat penyakit dalam hatinya: kegelisahan yang tiada akhir, kesibukan yang tidak membawa keberkahan, rasa fakir yang selalu menghantui, serta ambisi duniawi yang tak pernah terpenuhi. Penjelasan ini menjadi pengingat agar jamaah selalu menata niat dan mengutamakan ibadah dalam segala aktivitas.

Pemateri berikutnya Dewan Penasehat LDII Nabire, H. Nasirun turut memberikan tausiah agama yang memperkuat materi sebelumnya. Ia menekankan pentingnya mensyukuri dua nikmat besar yang sering dilalaikan manusia, yaitu nikmat sehat serta taufik dan hidayah dari Allah. “Raja nikmat di dunia adalah kesehatan, dan raja nikmat di akhirat adalah hidayah yang menuntun kita tetap istiqamah dalam agama Islam,” ujarnya.

Selain itu, H. Nasirun juga mengajak jamaah untuk memiliki amalan unggulan yang bisa menjadi pembeda dan penguat iman, seperti memperbanyak salat sunnah, rutin berpuasa sunnah termasuk puasa Nabi Dawud, bersedekah, serta istiqamah membaca Al-Qur’an. Menurutnya, amalan-amalan tersebut dapat menjadi benteng diri sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Mengakhiri tausiah, ia menegaskan agar seluruh jamaah terus mengutamakan ibadah, menertibkan kewajiban, serta meningkatkan amalan sunnah sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari ridha Allah.

Salah satu peserta pengajian, Ita Puji Astuti menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat, khususnya dalam menambah ilmu agama dan memperbaiki diri. “Saya sangat senang bisa mengikuti pengajian ini. Setiap materi selalu membuka wawasan dan menguatkan semangat untuk lebih giat beribadah,” ujarnya.

Dengan terlaksananya pengajian ini, LDII Nabire Barat berharap jamaah semakin termotivasi untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat ketakwaan, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam di tengah kehidupan sehari-hari. (Arbi-Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *