Nabire, (20/7) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar pengajian umum yang berlangsung di Masjid Miftahul Jannah Kelurahan Karang Mulia Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Minggu (20/7/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh warga LDII dari seluruh penjuru Kabupaten Nabire dengan mengusung tema “Waktu Lebih Berharga dari Emas”. Menurut Ketua DPD LDII Nabire Pawiro, S.P., saat ditemui oleh kontributor Lines Papua Tengah, tema tersebut dipilih untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya di tengah arus kehidupan modern yang penuh dengan distraksi dan tantangan moral.
Pengajian diawali dengan penyampaian materi tafsir Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 10–11 oleh Ustadz Hendik Efendi. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa setiap makhluk selalu berada dalam pengawasan Allah SWT, dengan para malaikat yang senantiasa mencatat amal perbuatan manusia.

“Manfaatkan waktu sebaik mungkin, karena hari ini, jam ini, detik ini tidak akan pernah terulang. Selagi kita masih diberi kesempatan, pergunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Sebab waktu lebih berharga daripada emas,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Kholid Azizi yang mengkaji tafsir Al hadits. Ia mengingatkan pentingnya menghargai waktu sebelum ajal menjemput.
“Kematian itu lebih dekat daripada tali sandal kita. Maka gunakan waktu untuk tiga hal utama: untuk ibadah dan mencari pahala, untuk menuntut ilmu, serta untuk mencari nafkah secara halal,” pesannya.
Pengajian ditutup dengan nasihat dari Ketua Dewan Penasehat DPW LDII Provinsi Papua Tengah KH Ganjar Waluyo. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa waktu adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT yang tidak bisa dibeli kembali.

“Setiap detik harus dimanfaatkan untuk amal kebaikan. Jangan sia-siakan waktu karena ia menentukan kualitas hidup dunia dan akhirat kita,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPW LDII Papua Tengah H. Nuryadi, S.Pd., M.M.Pd., Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Papua Tengah Wahyudi Utomo, serta jajaran pengurus lainnya. Selain menjadi wadah peningkatan keimanan, pengajian ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah antarwarga LDII se-Kabupaten Nabire, guna membentuk pribadi yang produktif, religius, dan berakhlakul karimah. (Arbi-Lines)
