Papua Tengah, Nabire (14/12) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire kembali menggelar pengajian khusus ibu-ibu dalam rangka penutup kegiatan akhir tahun.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan menitikberatkan pada pemahaman dan penerapan kesucian dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bagian penting dari ibadah seorang muslimah. Masjid Miftahul Jannah kelurahan karang mulia kabupaten Nabire provinsi Papua Tengah menjadi pusat pengajian ibu-ibu pada Minggu 14 Desember 2025.
Pengajian menghadirkan tiga pemateri dengan materi yang saling melengkapi. Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Hendik Efendi yang membawakan tafsir Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 31. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya ketaatan, menjaga kehormatan diri, serta kesungguhan kaum ibu dalam menjalankan perintah Allah SWT sebagai pondasi membentuk keluarga yang sakinah dan berakhlak mulia.
Pemateri kedua, Ustadz Kholid Azizi, menyampaikan tafsir Al-Hadis yang membahas tentang macam-macam najis serta tata cara mensucikannya sesuai tuntunan syariat Islam. Materi ini mendapat perhatian khusus dari para peserta karena berkaitan langsung dengan praktik ibadah sehari-hari, khususnya dalam menjaga kesucian badan, pakaian, dan lingkungan sebagai syarat sah ibadah.
Sebagai penutup, Ketua Dewan Penasihat LDII Nabire KH Ganjar Waluyo, menyampaikan tausiah agama yang menegaskan kembali pentingnya kesucian lahir dan batin. Ia mengingatkan bahwa kesucian bukan hanya sebatas bebas dari najis, tetapi juga mencakup kebersihan hati, niat, dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pengajian akhir tahun ini, LDII Nabire berharap para ibu dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kesucian secara utuh, sehingga mampu menjadi teladan dalam keluarga serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang religius, bersih, dan penuh keberkahan.(Arbi-Lines)
