Kapan Masuknya LDII di Nabire ??? Penasaran!!! Yuk, Simak Sejarah Lengkapnya

Oleh : Mukidi Imam Raharjo*)

Banyak yang bertanya bagaimana sejarah perjalanan dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di ujung timur Indonesia tepatnya di Kabupaten Nabire yang bisa eksis sampai sekarang ini. Hal ini tentunya memiliki kisah panjang yang menarik untuk disimak. Berawal dari langkah sederhana, perlahan, namun pasti, LDII tumbuh dan memberikan kontribusi nyata dalam membina umat di tanah Papua khususnya Nabire.
Awal mula dakwah LDII di Nabire dimulai pada bulan Juni 1981. Saat itu, seorang Pegawai Negeri Sipil bernama Marwan Hardjo Siswojodari yang bertugas di Kantor Dinas Pendapatan Daerah, dimutasi ke Inspektorat Wilayah Kabupaten Nabire. Ia pindah dengan membawa seorang mubaligh bernama Ishaq Darmaji dari Wamena ke Nabire.
Setibanya di Nabire, Marwan sempat berpesan kepada mubaligh Ishaq agar tidak terlalu dekat dengan seseorang bernama Mukidi Imam Raharjo, yang dikenal cukup keras pendiriannya. Namun, pada tahun 1982, diadakan pertemuan pelajar muslim di Oyehe yang saat ini menjadi pusat perdagangan dikota Nabire. Pertemuan ini menghadirkan sekitar 100 peserta. Penceramah saat itu adalah Mukidi Imam Raharjo. Mubaligh Ishaq yang hadir mendengarkan ceramah tersebut rupanya tertarik, dan setelah acara selesai ia menyempatkan diri berkunjung ke rumah Imam Raharjo di Karang Mulia.
Pertemuan tersebut menjadi awal kedekatan mereka. Ishaq mengajak Mukidi untuk mengaji, dimulai dari mempelajari Kitabu Sholah serta belajar membaca Al-Qur’an. Setelah beberapa waktu, Mukidi memutuskan untuk bergabung menjadi warga LDII. Ia kemudian beramar ma’ruf dengan mengajak istrinya serta adiknya yaitu Budi Raharjo (Almarhum), Siswanto, dan Mariem untuk turut mengaji.
Perlahan jumlah warga bertambah, di antaranya Walijo (Almarhum), Jainul Muttaqin, dan Samijo (Almarhum). Dari delapan orang inilah cikal bakal LDII di Nabire mulai terbentuk.
Dakwah kemudian meluas ke wilayah Bumi wonorejo, dengan bergabungnya Nasirun, Nuryadi, Giman (Almarhum), Marmin (Almarhum), Jayus, Kamdun (Almarhum), dan lainnya.
Selain itu dakwahpun meluas di Kampung Kalisemen, pengajian mulai diikuti oleh Marbi, Wagiman, dan kawan-kawan. Seiring perkembangan, setelah Rakernas LDII di Jakarta, resmi dibentuk DPD LDII Kabupaten Nabire dengan ketua pertamanya Mukidi Imam Raharjo.

Perkembangan LDII juga menjangkau daerah Kampung Bumi Mulia (yang saat ini menjadi Lokasi bandara baru Nabire) pada tahun 1985, seiring kedatangan para transmigran dari pulau Jawa, di antaranya Yatno, Waris, dan istrinya. Kehadiran mereka semakin memperkuat pondasi dakwah LDII di Nabire hingga berkembang seperti sekarang.
Perkembangan LDII di Kota Nabire sejak 1981 sampai 2025 tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah anggotanya secara kuantitatif tetapi juga kualitatif. Hal tersebut bisa tercermin dari diversifikasi kegiatan dakwah yang dilakukan oleh anggotanya Dimana aktivitas dakwah mereka tidak hanya berfokus pada dakwah agama, tetapi juga dakwah social di Masyarakat.

Relasi LDII Kota Nabire dan Ormas Islam Lain: Manifestasi “Dakwah Kanan-Kiri”

Keberhasilan strategi dakwah tersebut turut berdampak pada pergeseran paradigma masyarakat yang secara perlahan bergerak ke arah yang lebih toleran terhadap eksistensi LDII. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun oleh LDII di Nabire adalah pembagian daging kurban kepada warga sekitar. Hampir setiap perayaan Idul Adha warga sekitar masjid yang bernaung di bawah LDII Nabire merasakan manfaat dan menyambut positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Di samping itu di beberapa Kelurahan dan Kampung, seperti di kelurahan Bumi wonorejo warga sekitar memberikan kepercayaan kepada Sugiono yang merupakan Ketua PC LDII Distrik Nabire untuk menjadi ketua RT. 01, di Kampung Kalisemen M. Zainudin Kiswoyo,SH., dan Kampung Bumi Raya Wahyudi Utomo, A.Md.Pt, juga dipercaya warga menjadi Ketua RT, serta masih banyak lagi posisi strategis di sosial masyarakat dan Pemerintahan yang di percayakan kepada warga LDII.

*) Mukidi Imam Raharjo adalah Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire Pertama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *