Bahas Penguatan Kebangsaan dan Respons Krisis Global di Munas X LDII, DPW Papua Tengah Hadir di Jakarta

Jakarta (7/4). Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) bersiap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Agenda lima tahunan ini dirancang sebagai forum strategis untuk menentukan kepengurusan baru sekaligus merumuskan program kerja organisasi dalam menghadapi dinamika zaman.

Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso menegaskan bahwa Munas X merupakan momentum krusial bagi LDII untuk memperkuat kontribusinya bagi bangsa, terutama dalam merespons isu-isu global yang kian kompleks.

Menurut KH. Chriswanto, salah satu perhatian utama dalam Munas kali ini adalah dampak krisis Timur Tengah yang memicu ketidakpastian ekonomi dunia. Lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global berpotensi membawa pengaruh buruk bagi stabilitas sosial di dalam negeri.

“Krisis di Timur Tengah tidak bisa dipandang sebagai isu regional semata. Dampaknya sangat luas, mulai dari krisis energi hingga tekanan ekonomi global yang berpotensi memicu resesi,” jelas Kyai Chris.

Ia menekankan bahwa LDII berkomitmen menjadi bagian dari solusi melalui penguatan nilai kebangsaan dan kemandirian ekonomi umat guna mencegah potensi konflik sosial akibat tekanan ekonomi.

Munas X LDII tidak hanya dihadiri oleh pengurus fungsional DPP, tetapi juga melibatkan unsur DPW dan DPD se Indonesia untuk menyelaraskan program LDII.

Ketua DPW LDII Papua Tengah H.Nuryadi,M.MPd.,menyampaikan bahwa kehadiran seluruh ketua Provinsi dan Kabupaten dalam forum ini sangat penting untuk memastikan dakwah di tingkat akar rumput tetap relevan dengan tantangan kebangsaan saat ini.

“Kami hadir di Munas X ini sebagai bentuk sinkronisasi antara kebijakan pusat dengan implementasi di daerah,ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana Rully Kuswahyudi menjelaskan bahwa Munas ini akan dihadiri oleh 800 peserta dari seluruh Indonesia. Untuk menyemarakan suasana, panitia juga menggelar Gen Fest (Festival Generus) yang menampilkan 80 stan UMKM, sekolah, hingga unit usaha pondok pesantren.

“Gen Fest adalah etalase kemandirian generasi muda LDII. Di sana terdapat talkshow industri kreatif hingga Festival Seni Pencak Silat bekerja sama dengan Persinas ASAD sebagai upaya melestarikan budaya bangsa,” papar Rully.

Melalui sinergi antara kebijakan organisasi tingkat pusat dan daerah serta aksi nyata pemuda di Gen Fest, Munas X LDII diharapkan mampu melahirkan program kerja yang adaptif dan solutif demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. (Arbi-Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *