Pentingnya Edukasi Thaharah Sejak Dini, Wanita LDII Nabire Terima Materi Dari Popes Wali Barokah

Papua Tengah, Nabire (26/7/2026) – Ratusan wanita LDII Kabupaten Nabire yang terdiri atas ibu-ibu dan remaja putri usia 17 tahun ke atas mengikuti pengajian khusus wanita secara daring yang disiarkan langsung dari Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Ganjar Waluyo Karang Mulia Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Minggu, 26 Juli 2026.

Pengajian ini bertujuan meningkatkan pemahaman kaum perempuan mengenai thaharah (bersuci), yang merupakan salah satu dasar penting dalam menjalankan ibadah. Dengan pemahaman yang benar tentang thaharah, diharapkan setiap muslimah mampu melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua DPW LDII Provinsi Papua Tengah H. Nuryadi, S.Pd., M.M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pengajian khusus wanita sebagai sarana menambah ilmu agama, khususnya mengenai kesucian, sekaligus memperkuat karakter muslimah yang taat kepada Allah, menghormati orang tua, serta berbakti kepada suami.

“Melalui pengajian ini diharapkan para wanita LDII semakin memahami hukum-hukum tentang kesucian, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan benar serta mampu mengamalkan nilai-nilai ketaatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh Ustadzah Halimah As-Sa’diyah melalui tafsir Al-Hadis tentang thaharah. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci perbedaan antara darah haid, darah istihadhah, dan darah nifas beserta hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Materi tersebut dinilai sangat penting karena berhubungan langsung dengan sah atau tidaknya pelaksanaan ibadah seorang muslimah.

Selanjutnya, Ustadzah Hj. Risky Masyani menyampaikan nasihat agama mengenai fitrah seorang wanita dalam kehidupan berkeluarga. Ia mengingatkan bahwa seorang istri hendaknya tidak membedakan antara orang tua kandung dan mertua, karena keduanya wajib dihormati dan dimuliakan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan ketaatan kepada suami serta menjadi teladan bagi anak-anak.
Menurutnya, seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, seorang ibu harus terus membekali diri dengan ilmu agama agar mampu mendidik generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter Islami.

Salah seorang peserta, Ita Puji Astuti, mengaku bersyukur dapat mengikuti pengajian tersebut. Ia mengatakan materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena menambah pemahamannya mengenai thaharah sekaligus memperdalam pengetahuan tentang peran dan kodrat seorang wanita dalam Islam.
“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mengikuti pengajian ini. Materinya sangat bermanfaat, terutama tentang thaharah yang menjadi dasar dalam beribadah. Selain itu, kami juga diingatkan tentang tanggung jawab dan peran seorang wanita dalam keluarga sesuai tuntunan agama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, LDII berharap para muslimah di Kabupaten Nabire semakin memahami pentingnya ilmu thaharah, sehingga mampu menjaga kesucian dalam beribadah sekaligus membangun keluarga yang harmonis, religius, dan berakhlak mulia. (Arbi-Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *