Papua Tengah, Nabire (12/10) — Dalam rangka mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah atau baiti jannati (rumahku surgaku), Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar pengajian umum yang bertempat di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Karang Mulia Kabupaten Nabire Papua Tengah, pada Minggu (12/10/2025).
Kegiatan tersebut menghadirkan empat pemateri dengan tema yang beragam, namun tetap berfokus pada peningkatan keilmuan, pembinaan karakter keluarga, serta pembentukan generasi penerus yang berakhlakul karimah.

Pemateri pertama Ustadz Hendik Efendi, menyampaikan kajian Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 19 yang menekankan pentingnya memahami kewajiban seorang suami terhadap keluarga.
“Seorang suami jangan sampai menelantarkan keluarganya, terutama anak dan istrinya yang menjadi tanggung jawabnya. Suami adalah pemimpin dalam keluarga, maka wajib hukumnya untuk merawat dan membimbing anak serta istrinya, karena kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT,” jelasnya.
Ia menambahkan, agar rumah tangga tetap utuh dan harmonis, suami istri harus saling mencintai, saling memaafkan, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap persoalan.

Selanjutnya, Ustadz Kholid Azizi membawakan materi tafsir Al-Hadits bertema Kenikmatan di Dalam Surga. Ia mengingatkan jamaah agar senantiasa memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat yang kekal.
“Kenikmatan di dalam surga adalah sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia,” ujarnya.
Pemateri ketiga, H. Nasirun, menyampaikan penjelasan tentang FORSGI (Forum Sepak Bola Generasi Indonesia) sebagai wadah pembinaan generasi muda LDII melalui jalur olahraga. Menurutnya, olahraga bukan hanya untuk kesehatan jasmani, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan semangat juang sejak dini.
Sebagai penutup, KH. Ganjar Waluyo, selaku Dewan Penasehat DPD LDII Nabire, menyampaikan nasehat sekaligus doa penutup. Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga dengan memahami hak dan kewajiban antara suami dan istri.
“Salah satu faktor penyebab retaknya rumah tangga adalah masalah ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk memperkuat perekonomiannya, saling pengertian, dan bijak dalam menghadapi persoalan hidup,” pesannya.
Ia juga menambahkan bahwa salah satu cara memperkuat ekonomi keluarga adalah dengan berdagang, baik berupa barang maupun jasa, selama dilakukan dengan cara yang halal dan tidak bermalas-malasan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire Pawiro, S.P., menyampaikan harapannya agar kegiatan pengajian ini dapat memperkokoh ketahanan keluarga dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga LDII semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan diridhai Allah SWT,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Papua Tengah, H. Nuryadi, S.Pd., M.M.Pd., yang ikut serta sebagai peserta sekaligus memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan keagamaan di lingkungan LDII Nabire.
Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, LDII Nabire terus berupaya membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan berakhlak mulia, sehingga terwujud keluarga yang menjadi surga di dunia dan akhirat.
