LDII Nabire Gelar Pengajian Ibu-ibu,Tekankan Bab Ibadah,Thaharah, dan Budi Luhur

Nabire (10/8)- Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Nabire Konsisten adakan pengajian ibu-ibu pada Minggu, 10 Agustus 2025 di Masjid Mitahul Jannah Kelurahan Karang mulia Nabire Papua Tengah. Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini menjadi bagian dari komitmen LDII dalam memberikan pembekalan ilmu untuk menerapkan praktik ibadah yang sesuai tuntunan Allah Rasul khususnya di kalangan wanita.

Pengajian berlangsung khidmat. Ibu-ibu sangat antusias memperhatikan penyampaian para pemateri. Ustadz Kholid Azizi menguraikan kajian Al-Qur’an Surat Al-Munafikun ayat 9 hingga 11 yang mengingatkan supaya kita tidak terbuai dengan kenikmatan dunia sehingga lalai dalam beribadah.

Dalam ayat tersebut Allah juga memerintahkan orang-orang yang beriman supaya menginfakkan sebagian Rezekinya. “Infak dan Shodaqoh adalah salah satu tolak balak” ujarnya.

Dalam sesi kedua Ustadz Hendik Efendi menyampaikan materi Hadist Thaharah atau Bab Kesucian. Pertama-tama ia menjelaskan tentang ciri-ciri air yang suci dan cara bersuci dengan air. “Kita supaya menjaga kesucian terutama ketika hendak shalat karna Shalat kita tidak akan diterima Allah kalau tidak dalam keadaan suci.” Jelasnya.

Pengajian di akhiri dengan tausiah Agama oleh ketua DPW LDII Papua Tengah H.Nuryadi, S.Pd, M.M.Pd.
Dalam tausiahnya, ia mengajak pada ibu-ibu supaya turut serta memperingati HUT RI ke-80 di tahun ini tanpa meninggalkan kewajiban ibadah. Ia juga mengingatkan yang belum memasang bendera Merah Putih supaya segera memasangnya. Bila perlu dengan pernak pernik lainnya agar tampak meriah. Itu semua adalah wujud partisipasi kita sebagai warga negara yang baik.
“Kita semua asalnya dari surga, dan Takdir Allah membuat kita hidup di dunia. Maka mari kita mengepolkan ibadah kepada Allah agar kita bisa kembali ke rumah kekal kita di surga”, ujarnya.

Nuryadi juga menambahkan “Kita juga supaya berusaha menciptakan kondisi yang dapat mempererat persaudaraan terhadap sesama agar bisa nyaman dalam beribadah dan bersosial di masyarakat”.

Salah satu peserta, Dwi Astuti mengaku senang dengan kegiatan ini. karena selain menambah ilmu, kegiatan ini mempererat hubungan antar sesama. “Pengajian seperti ini mengingatkan kami lebih paham agama, juga semakin dekat satu sama lain,” ungkapnya.(Yunita-Lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *