LDII Nabire Adakan Pengajian Ibu-Ibu, Tekankan Kerukunan Terhadap Sesama

Nabire (13/7)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Nabire mengadakan pengajian khusus ibu-ibu pada Minggu, 13 Juli 2025 di Masjid Baitul Izza Kampung Kalisemen Distrik Nabire Barat Nabire Papua Tengah. Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini menjadi bagian dari komitmen LDII dalam memberikan pembekalan ilmu untuk menerapkan kerukunan terhadap sesama khususnya di kalangan wanita.

Pengajian menghadirkan dua pemateri yakni Ustadz Muhammad Anshori dan Ustadzah Desy Aziz. Dalam penyampaiannya, Anshori menguraikan kajian Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41 hingga 46 yang menjelaskan bencana yang terjadi dibumi ini adalah akibat ulah manusia, dan orang-orang terdahulu ketika mereka berbuat dosa, Allah langsung memberi siksaan.

Dalam ayat tersebut Allah juga memerintahkan orang-orang yang beriman supaya menetapkan pendiriannya dalam agama yang tegak, “barang siapa yang kufur maka akan memberartkan dirinya dan barang siapa yang beramal baik maka bermanfaat bagi dirinya” ujarnya. Termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yaitu Allah mengutus Angin, yang mana dengan adanya angin supaya Allah memberi kabar gembira dengan rahmat-Nya, dan dengan adanya angin, perahu-perahu dilautan bisa berjalan sesuai kehendak Allah supaya kalian bisa mencari kefadhalan (rezeki) dari Allah tujuannya agar kalian bersyukur.

Dalam sesi kedua Desy menyampaikan materi tentang dalil-dalil kerukunan, yakni berbicara sopan, berkata jujur, memiliki kesabaran, tidak saling merusak, serta menjaga perasaan sesama. Ia juga menegaskan pentingnya menjauhi su’udzon atau berpikir negarif, karena su’udzon itu adalah dustanya cerita. Lebih lanjut ia menerangkan pentingnya menghilangkan sikap iri, yang mana tingkat iri yang tertinggi ialah sikap irinya iblis kepada Nabi Adam. Iblis rela disiapkan siksaan yang kekal asalkan diberi kesempatan untuk mempengaruhi anak Adam menjadi pengikutnya iblis. Termasuk sikap iri ialah tidak senang melihat sesamanya mendapatkan nikmat dari Allah, lebih buruk lagi ketika sikap iri itu di wujudkan dengan berusaha menghilangkan atau bahkan merebut nikmat orang lain.

Pengajian di akhiri dengan nasihat Agama oleh H.Nasirun selaku dewan penasihat LDII Nabire.
Dalam Nasihatnya, ia menyampaikan mengenai pembinaan terhadap kaum wanita sangat strategis, mengingat peran perempuan dalam membangun karakter keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting. “Ibu-ibu adalah pilar ketahanan keluarga, melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membekali para wanita dengan ilmu agama yang kokoh dan akhlak yang baik, diharapkan ibu-ibu bisa menanamkan sikap-sikap baik kepada anak-anaknya, terutama 29 karakter luhur” ujarnya.

Peserta pengajian tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Salah satu peserta, Marmi mengaku senang dengan kegiatan ini. karena selain menambah ilmu, kegiatan ini mempererat hubungan antar sesama. “Pengajian seperti ini mengingatkan kami lebih paham agama, juga semakin dekat satu sama lain,” ungkapnya.(Yunita-lines)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *