Bumiwonorejo (14/5) — Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tata cara penyembelihan hewan Kurban yang sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan dan kebersihan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Bumiwonorejo menggelar Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban yang Higienis bertempat di Masjid Al-Muttaqin Bumiwonorejo Nabire.
Acara ini dihadiri oleh Ketua DPW LDII Papua Tengah H. Nuryadi, S.Pd, M.MPd, serta Sekretaris DPW LDII Papua Tengah, Ir. Niki Afidah Mukmin, S.T., M.T., yang juga menjadi narasumber pada acara ini.

Dalam paparannya, Afid menyampaikan beberapa poin penting terkait pemilihan dan penyembelihan hewan Kurban, serta penanganan daging Kurban pasca penyembelihan. Beberapa hal yang ditekankan antara lain :
- Pemilihan hewan Kurban harus sesuai dengan syariat Islam, yaitu sehat, cukup umur, dan tidak cacat.
- Proses penyembelihan dan penanganan daging harus mengikuti kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare) serta prinsip higienis dan sanitasi, guna menjamin daging qurban yang dihasilkan aman dan layak konsumsi.
“Penyembelihan hewan qurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial untuk menyajikan daging yang sehat dan higienis bagi masyarakat,” ungkap Afid dalam materinya.
Acara sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari para jamaah, terutama para panitia Kurban yang akan bertugas pada Hari Raya Idul Adha mendatang. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi, hingga acara selesai.
Ketua PAC LDII Kelurahan Bumiwonorejo, Edi Sartono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan dari DPW LDII Papua Tengah. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal penting bagi para panitia dan jamaah dalam melaksanakan ibadah Kurban secara benar, aman, dan profesional.
“Dengan pembekalan seperti ini, kami berharap pelaksanaan Kurban tahun ini bisa berjalan lebih baik, lebih tertib, dan tentunya sesuai dengan standar kebersihan serta syariat yang berlaku,” ujar Sartono.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII dalam mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pentingnya aspek syar’i dan higienis dalam pelaksanaan ibadah Kurban, sebagai bentuk ibadah sekaligus kontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan lingkungan sekitar. (AnQ)
